Logo HEMP Indonesia: Makna dan Filosofi

Baca Ganja – Yayasan Herbal Medis Persada Indonesia (HEMPI) berasal dari Sabang sampai Merauke dan berdomisili di Pulau Dewata yang terbentuk dari keresahan masyarakat tentang aset tanaman yang tidak dapat dimanfaatkan di Indonesia. Adapun juga logo HEMP Indonesia yang mengandung makna dan filosofi yayasan.

Logo Hemp Indonesia - HEMPI

Logo HEMP Indonesia (HEMPI) berupa daun ganja (cannabis) dan tergambar kuntum bunga di dalamnya.

Kuntum bunga digambarkan memiliki 3 kelopak bunga yang mempertegas nilai sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia. Sekaligus mengartikan penyatuan tiga waktu bagian Indonesia (WIB, WIT, WITA).

Daun ganja digambarkan memiliki 7 jemari daun yang menggambarkan bentuk tipikal (khas) daun ganja. Tujuh jemari daun juga mengartikan hasil jumlah dari angka empat dan tiga.

Angka 4 bermakna isi alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menjadi pedoman (penuntun) pergerakan yayasan HEMP Indonesia. Sedangkan angka 3 sekali lagi dimaknai sebagai sila ketiga Pancasila.

Isi alinea keempat (khususnya tulisan yang dipertebal dan digarisbawahi) dari Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menjadi pedoman yayasan, sekaligus landasan awal terbentuknya bangsa Indonesia, berbunyi:

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Itulah bunyi alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menjadi pedoman yayasan HEMP Indonesia dalam pergerakan untuk memberikan literatur dan pengalaman yang mengedukasi masyarakat agar dapat berfikir dan memandang secara benar terhadap suatu aset tanaman yang berkualitas untuk kemashalatan umat termasuk tanaman ganja dan hemp.

Media Sosial

Instagram: @hemp.indonesia
Email: [email protected]

Share this not copy
Scroll Up