Sejarah Rastafari dan Penggunaan Ganja

Baca Ganja – Rastafari adalah gerakan yang telah lama dikaitkan dengan ganja. Tapi hanya sedikit yang mengetahui sejarah awal rastafari dan penggunaan ganja dalam ritual umum.

rastafari dan penggunaan ganja
Bob Marley banyak menyebarkan prinsip Rastafari melalui lagunya.

Rastafari adalah gerakan keagamaan yang berasal dari Jamaika yang dipopulerkan ke seluruh dunia melalui musik reggae. Musisi reggae Bob Marley merupakan tokoh pendukung Rastafari yang banyak dikenal secara umum.

Beberapa praktisi Rastafari menegaskan bahwa gerakan ini merupakan filosofi kehidupan yang bukan merupakan sebuah doktrin agama dan memiliki nilai yang lebih dari sebuah gaya hidup.

Rastafari menolak sebagai doktrin agama untuk menghindari dari sifat agama yang terorganisir, seperti pendeta atau kepemimpinan formal. Bagi gerakan ini, spiritualitas berperan besar dalam menafsirkan ajaran Kekristenan dan alasan untuk mempromosikan penggunaan ganja.

Haile Selassie (1892-1975)  yang menjadi kaisar Ethiopia dari tahun 1930 sampai 1974 dipercaya oleh penganut Rastafari sebagai Kedatangan Kristus yang Kedua. Ia juga pemimpin Afrika yang dibanggakan karena menganut nilai-nilai yang menyelamatkan umat manusia.

Sejarah Lahirnya Rastafari

Menyelidiki asal-usul dari suatu gerakan keagamaan dapat menambah wawasan kebudayaan dimana agama tersebut muncul. Di awal abad ke-20, dunia mendorong kemajuan teknologi dengan sangat pesat.

Lembaga atau Badan Perbudakan, yang telah meneror jutaan kehidupan orang kulit hitam di Amerika dan sekitarnya, tidak ada lagi. Tapi, konsekuensinya masih terasa, generasi demi generasi, dan banyak kebijakan rasis lainnya masih bertahan, terutama di Amerika Serikat.

Pada akhirnya orang kulit hitam di Amerika meningkatkan aktivis politik mereka, mendirikan perguruan tinggi, surat kabar, kelompok politik, dan sebagainya.

rastafari dan penggunaan ganja
Marcus Garvey (1887 – 1940).

Marcus Garvey, seorang aktivis terkemuka yang memperjuangkan hak-hak orang Afrika-Amerika, sangatlah kontroversial. Bahkan di antara komunitas kulit hitam, yang dikarenakan beberapa pandangannya.

Sebagai contoh, ia menganjurkan orang kulit hitam berimigrasi ke tanah air leluhur mereka di Afrika untuk membantu pengembangan ekonomi di tempat-tempat tersebut sebagai negara etnis bagi orang kulit hitam.

rastafari dan penggunaan ganja
Pelayaran Black Star yang dibuat Marcus Garvey.

Garvey bahkan mendirikan jalur pelayaran Black Star untuk memfasilitasi hal ini antara tahun 1919 dan 1922. Di tahun 1920, ia menyatakan kepercayaannya pada masa depan Afrika, dengan mengatakan: “Lihatlah ke Afrika, ketika seorang raja kulit hitam akan dinobatkan, karena hari pembebasan sudah dekat!”

Dan “hari pembebasan” ini disebut telah tiba sepuluh tahun kemudian pada tahun 1930. Ketika Ethiopia memahkotai seorang kaisar kulit hitam, Haile Selassie I.

Siapa yang Menemukan Kepercayaan Rastafari ?

rastafari dan pengunaan ganja
Leonard Percival Howell (1898 – 1981).

Jawaban singkat untuk pertanyaan siapa yang mendirikan kepercayaan Rastafari adalah Leonard Percival Howell. Sedangkan jawaban yang lebih kompleks adalah sekelompok anggota yang memberitakan ajaran Rastafari yang bersama-sama dengan Howell memulai menyuarakan mengapa sudah waktunya bagi orang kulit hitam untuk menjadi Rastafari.

Howell lahir di Jamaika, namun ia berpindah-pindah tempat diantara Amerika Serikat dan Karibia sepanjang hidupnya. Sama seperti Garvey, ia adalah seorang kuasa hukum untuk Pan-Afrikanisme (gerakan yang bertujuan menyatukan Afrika) dan solidaritas bagi semua orang keturunan Afrika.

Dengan pemisahan dan penganiayaan yang dilakukan terus-menerus terhadap orang-orang kulit hitam di seluruh Amerika, suara Howell dan kelompoknya untuk menjadi Rastafari semakin menarik.

Howell memprediksi pembalasan akan datang untuk melawan kebijakan rasis yang dibuat negara-negara kuat di dunia. Ketika bangsa Ethiopia memahkotai Kaisar baru mereka, Howell menyatakan Haile Selassie sebagai Kedatangan Kedua Yesus Kristus.

Sepanjang tahun 1930-an, Howell dan tim pengkhotbah yang sedang bertumbuh melakukan perjalanan ke seluruh Jamaika untuk menyebarkan pesan ini. Mereka diterima dengan lebih baik di pedesaan daripada di Kingston, namun sebagian besar ajaran disebarkan dalam ketidakjelasan sampai sosok mesianis dari iman mereka, Haile Selassie, menjadi semakin terkenal.

Mengapa Haile Selassie ?

rastafari dan penggunaan ganja
Foto: Haile Selassie

Alasan mengapa Ethiopia di istimewakan di antara negara-negara Afrika lain karena merupakan satu-satunya negara yang tidak pernah dijajah. Negara pegunungan ini mempertahankan budaya dan adat istiadatnya yang khas, termasuk keluarga kerajaan kuno.

Selassie konon adalah keturunan langsung Raja Salomo (Sulaiman) dan Raja Daud yang merupakan Tokoh Alkitab. Namun sejarawan meragukan garis keturunannya sejauh itu.

Tetapi jika seseorang percaya maka ini akan menjadi masalah, dimana kerajaan Ethiopia akan menjadi sangat penting bagi dunia. Ini bukan hanya menjadi sebuah kerajaan kulit hitam yang merdeka, tapi juga dinasti duniawi keturunan Yesus Kristus.

Karena kebanyakan orang kulit hitam di Amerika adalah penganut Kekristenan, Howell dan rekan-rekan pengkhotbahnya sangat bergantung pada sumber-sumber Alkitab untuk mempromosikan kepercayaan Rastafari. Bagian Alkitab dikutip untuk mengklaim Haile Selassie akan memenuhi nubuat pada Hari Terakhir.

Hal ini termasuk dalam Kitab Wahyu dan Kitab Mazmur.

Wahyu 5 : 5
“Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: “Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya.”

Mazmur 68 : 31
“Dari Mesir orang membawa barang-barang tembaga, Etiopia bersegera mengulurkan tangannya kepada Allah.”

Howell mendorong warga Jamaika untuk menolak raja Inggris sebagai penguasa mereka demi Haile Selassie. Howell akhirnya didakwa dengan kasus tindakan penghasutan ketika mengadvokasikannya secara terbuka.

Pada akhirnya dia terlibat dalam upaya pemberontakan di Jamaika. Penekanan yang dilakukan otoritas meninggalkan banyak permusuhan antara pemerintah Jamaika dengan gerakan Rastafari yang sedang tumbuh.

Haile Selassie dan Rastafari

Bangkitnya ‘Mesias’ Sang Penyelamat

Rastafari tidak mendapatkan pengakuan internasional sampai akhirnya Haile Selassie, sang penyelamat yang ditunjuk sebagai iman mereka berhasil. Dalam perannya sebagai Kaisar Ethiopia, Selassie melakukan banyak hal dalam mempromosikan kerjasama internasional melalui Liga Bangsa-Bangsa.

Ketika Ethiopia diserbu pada tahun 1936, sebagian besar anggota Liga Bangsa-Bangsa mengabaikan permintaannya atas bantuan bagi Ethiopia. Mussolini, pemimpin fasis Italia, yang ingin memperluas wilayah Italia, mengusir keluarga kerajaan Ethiopia dan membentuk pemerintahan boneka.

rastafari dan pengunaan ganja
Majalah TIME tahun 1935.

Majalah Time berjudul Selassie Man of the Year menarik banyak simpati internasional untuk Ethiopia. Selassie yang menonjol di media cetak Barat, membuat para pemujanya di Jamaika belajar lebih banyak tentangnya.

Ketika penyerbuan Ethiopia oleh Italia, Selassie mengasingkan diri ke Bath, Inggris, dan menjalankan pemerintahannya disana hingga kampanye Perang Dunia II di Afrika Utara memberinya kesempatan untuk merebut kembali Ethiopia.

Pada tahun 1941, koalisi tentara sekutu bertempur bersama orang-orang Ethiopia untuk mengusir orang-orang Italia. Akhirnya, Selassie kembali dengan penuh kemenangan ke ibukota Addis Ababa. Bagi Rastafari, ini adalah bukti lebih lanjut tentang keilahiannya.

Rastafari percaya kejadian itu menggenapi nubuat dari Kitab Wahyu 19 yang menyebut “Raja segala raja dan Tuan diatas segala tuan”. Sepanjang tahun 1940-an dan 1950-an, iman mereka tumbuh sebagaimana nama Selassie juga ikut tumbuh dalam pengakuannya.

Selassie sangat dihormati sebagai pemimpin dunia dan akhirnya diundang oleh pemerintahan Jamaika untuk datang ke negaranya dengan niat memelihara jalinan baik dengan Rastafari.

Haile Selassie Bertemu Rastafari

haile selassie jamaika
Haile Selassie mendarat di Bandara Palisadoes di Kingston.

Pada tanggal 21 April 1966, Haile Selassie pertama kali mendatangi Jamaika. Puluhan ribu Rastafari berkumpul, membakar ganja secara terbuka dan terkagum dengan kedatangan Selassie.

Setelah para kerumunan dibujuk untuk mengosongkan jalan raya, Selassie pun menaiki mobilnya dan mengitari jalanan. Tanggal ini sekarang dianggap sebagai hari libur keagamaan untuk Rastafari.

Adapun cerita seorang wanita muda, bernama Rita Anderson yang berada di kerumunan pecinta Selassie, awalnya bukanlah seorang Rastafari, dia hanya ingin tahu.

Saat itu, ia melihat tanda stigmata seperti Kristus di tangan Selassie saat melambaikan tangannya dan kemudian terpengaruh dan menjadi Rastafari. Kemudian ia berperan besar dalam meyakinkan calon suaminya, Bob Marley, untuk berpindah kepercayaan.

bom marley dan rita anderson
Rita Anderson dan Bob Marley.

Bob Marley sendiri akhirnya menjadi terkenal dengan musik reggae-nya. Marley akhirnya terlempar ke kesuksesan global dan menjadi semacam duta besar, atau bisa jadi seperti ikon Rastafari dan penggunaan ganja.

Disaat keyakinan Rastafari telah menyebar ke seluruh dunia, pertanyaan yang jelas akhirnya dihadapi Haile Selassie; “Apakah kamu tidak akan memberitahu mereka bahwa kamu bukan Tuhan?” Jawaban Selassie yang terkenal bijak kepada Hector Wynter adalah, “Siapakah saya yang mengganggu kepercayaan mereka?”.

Selassie memberi tahu Bill McNeil tentang pertemuannya dengan tokoh-tokoh Rastafari di Jamaika, dengan mengatakan, “Saya memberi tahu mereka dengan jelas bahwa saya seorang manusia, saya adalah makhluk hidup, dan saya akan digantikan oleh generasi yang akan datang, dan mereka harusnya tak boleh membuat kesalahan dalam berasumsi atau berusaha mempercayai bahwa manusia berasal dari dewa.”

Jatuhnya ‘Mesias’ Haile Selassie

Meskipun Selassie tidak pernah mengklaim keilahiannya sendiri, para pengikutnya tetap memberikan status tesebut. Rastafari berpendapat bahwa pernyataan Selassie mengenai masalah keilahiannya sangat bijaksana, dan ia tidak pernah secara terus terang menolak kepercayaan terhadap keilahiannya.

Gerakan-gerakan lain yang berkembang di sekitar pemujaannya tidak mengalihkan pengaruhnya sebagai pemimpin dunia. Banyak dari perbuatannya dirayakan oleh Rastafari sebagai indikasi kebijaksanaan dan keilahiannya.

Pidato terkenal tahun 1963-nya kepada PBB yang mengecam rasisme diadaptasi menjadi lagu “War” oleh Bob Marley. Klik disini untuk mendengar lagu War.

Kecamannya terhadap rasisme sedikit mengubah sifat iman Rastafari. Sebelumnya, Howell secara terang-terangan percaya pada supremasi kulit hitam dan pembalasan dendam terhadap orang kulit putih.

Tapi Selassie menyerukan kepada dunia dimana warna kulit tidak lebih dari halnya warna mata. Dia juga menyuarakan agar lebih harmonis dan bekerja sama secara internasional.

Di Ethiopia, Selassie sering mendukung kepentingan tuan tanah yang kaya. Ada banyak aspek positif pada warisannya, tetapi ada juga yang kontroversial.

Di satu sisi, ia mengadopsi anak-anak yatim di Yerusalem yang selamat dari Genosida Armenia. Di sisi lainnya, pemerintahannya menargetkan suku Harari sebagai pembersihan etnis.

Contoh lainnya, Selassie adalah ikon global dalam perlawanan fasisme, kolonialisme, dan apartheid. Di sisi lain, pemerintahannya atas Ethiopia adalah bersifat otokratis.

Ketika tahun 1970-an kelaparan yang diikuti oleh krisis energi membuat keuangan Ethiopia goyang. Sebuah kudeta yang didukung Uni Soviet menghapus keluarga kerajaan dari kekuasaan pada tahun 1975 dan membentuk rezim komunis yang berlangsung hingga 1991.

Wafatnya Haile Selassie

Ketika Selassie wafat pada tahun 1975, jasadnya tidak ditemukan sampai tahun 1992. Ia dimakamkan di bawah toilet di bekas istana kerajaan. Memakan waktu sampai tahun 2000 sebelum jasadnya diberikan pemakaman bergaya kerajaan.

makam haile selassie
Makam Haile Selassie

Walaupun pemakaman ini diamati pemerintah Ethiopia sebagai sesuatu yang tidak resmi, tetapi itu bukanlah menjadi sebuah masalah bagi Rastafari. Kebanyakan percaya dia telah memenuhi perannya sebagai perwujudan Tuhan di Bumi dan Tuhan itu abadi.

Selassie tetap menjadi tokoh sentral dari keyakinan Rastafari. Sebenarnya dari namanyalah muncul istilah Rastafari. Namanya sebelum dinobatkan sebagai raja adalah Tafari dan ia memegang gelar “Ras”.

“Ras” adalah gelar yang mirip dengan “pangeran” atau “adipati”. Jadi jika seseorang mendeklarasikan dirinya sebagai seorang Rastafari, maka ia menyatakan diri sebagai pengikut pangeran yang akan menjadi Raja.

Meskipun ia memiliki keturunan yang masih hidup, garis keturunan bangsawannya tidak mungkin untuk ditempatkan kembali. Tulisan dan pidato Selassie sendiri banyak mempengaruhi pemikiran Rastafari.

Penolakannya yang tegas terhadap rasisme membantu menumbuhkan penerimaan orang yang berasal dari etnis luar menjadi Rastafari. Namun beberapa Rastafari kulit hitam masih berfokus kuat pada Afrosentrisme, dengan tetap mencurigai Rastafari non-kulit hitam.

Konsep Kehidupan Rastafari

Peradaban Barat yang lebih berfokus pada teknologi dan konsumeris pada abad ke-20, disebut “Babylon“. Sebuah budaya materialistis bersifat destruktif yang bertentangan dengan “Zion“.

Zion adalah surga yang dijanjikan kepada Rastafari. Terdapat perbedaan pandangan oleh Rastafari pada apakah ini Surga, atau lokasi fisik di Ethiopia, atau wilayah Afrika pada umumnya.

Ada keragaman pemikiran di antara Rastafari. Mereka tidak memiliki formalisasi doktrin ataupun pendeta, dan menolak gagasan yang memecahkan agama.

Pemikiran Rastafari yang berlandaskan hidup berdampingan satu sama lain dan berkehidupan harmonis membuat pemikiran ini diterima sebagai kebenaran atau the way of life.

Pada dasarnya Rastafari setuju dengan konsep inti “kehidupan”, yang berarti hidup dengan benar. Konsep luas ini dapat mencakup berusaha untuk berbuat baik, menumbuhkan rambut menjadi gimbal, dan makan makanan yang sehat.

Sejarah Rastafari dan Penggunaan Ganja

Akar dari gerakan Rastafari berasal dari kolonial Jamaika. Meskipun Rastafari secara khusus dikaitkan dengan penggunaan ganja, mereka bukanlah agama pertama yang menggabungkannya.

Agama Hindu merupakan agama pertama yang menggabungkan penggunaan ganja. Banyak sekte agama Hindu yang menggabungkan penggunaan ganja dalam upacara ritual keagamaan.

Referensi positif terhadap ganja dalam kitab suci Hindu bahkan lebih jelas daripada di dalam Alkitab. Pertama kali orang Hindu yang membawa ganja ke Jamaika. Baca selengkapnya penggunaan ganja dalam Hindu disini.

Semua berawal dari Kerajaan Inggris yang memaksa buruh kontrak di India untuk pindah ke Jamaika dan bekerja disana bersama penduduk setempat. Penggunaan ganja yang dibagikan oleh orang India diterima dengan sangat baik oleh warga Jamaika.

Kata Hindi untuk ganja adalah “ganja”, yang berasal dari bahasa Sansekerta “ganjika”. Nama ganja dikenal di Jamaika dan dimasukkan ke dalam landasan Rastafari. Ada kemungkinan mereka belajar tentang penerapan spiritual ganja dari umat Hindu.

Mungkin juga adanya pengaruh dari ajaran Kumina (agama kuno Afro-Jamaika) yang dipraktikkan oleh banyak Diaspora Afrika di Jamaika pada saat itu. Ajaran Kumina percaya bahwa ganja membawa seseorang lebih dekat kepada leluhurnya, bahkan sampai dirasuki oleh leluhur mereka.

Rastafari memotong jalan mereka sendiri, mereka menolak pemujaan leluhur yang umum dalam agama-agama Afrosentris lainnya. Rastafari berfokus pada masa depan yang mulia di mana Tuhan (Jah) membebaskan dunia dari kejahatan.

Paham ini pada umumnya ditemukan juga di agama-agama lain, sama seperti halnya sikap kontroversial mereka terhadap homoseksual atau LGBT. Rastafari berhasil menyuarakan penggunaan ganja agar dilegalisasi dalam upacara, bahkan pemerintahan Jamaika melicinkan jalan mereka.

Ganja Sebagai Sakramen

Rastafari menganggap ganja sebagai herbal suci yang menenangkan pikiran yang bermasalah dan memungkinkan seseorang untuk berpikir lebih jernih. Gerakan ini cenderung menghindari alkohol, tembakau, dan bahkan kafein yang diklaim dapat mengurangi kesehatan.

Upacara umum Rastafari dan penggunaan ganja disebut ‘groundings‘ yang artinya landasan. Para praktisi berkumpul berkelompok dan saling berbagi pipa atau lintingan ganja, sebelum membahas hal-hal filosofis secara non-agresif.

Praktek ini dikatakan tidak hanya untuk meningkatkan penalaran dan hubungan sosial, tetapi koneksi seseorang dengan Tuhan, yang mereka sebut “Jah”.

Nilai pemikiran Rastafari berlawanan dengan ideologi yang merusak dunia. Bahkan, mereka cenderung menolak bentuk-bentuk ideologi dogmatis atau sebutan “isme”. Inilah sebabnya belum ditemukan istilah seperti “Rastafarian” atau “Rastafarianisme” karena ini dianggap ofensif bagi Rastafari.

Penyebutan “Rasta” bagi seorang praktisi tampaknya lebih dapat diterima. Alasan mengapa mereka berpikir ganja membantu kesehatan rohani dan mental mereka juga kembali ke Alkitab.

Beberapa referensi bersifat tumbuhan dalam Alkitab diambil untuk memuliakan ganja. Termasuk dalam Kitab Wahyu 22 : 2,

Wahyu 22 : 2
“Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.”

Rastafari dan Penggunaan Ganja di Jamaika

Pada awalnya, ketegangan hubungan terjadi diantara Rastafari dengan pemerintahan Jamaika yang keras mengkriminalkan ganja. Di mata dunia internasional, Jamaika telah dikaitkan dengan ganja.

Iklim Karibia-nya adalah tempat yang ideal untuk menumbuhkan ganja, dan memang, sering terlihat ganja tumbuh subur di alam liar. Sebagai bagian dari upayanya untuk menebus kesalahan dengan Rastafari, Jamaika mempertimbangkan kembali kebijakannya.

Reformasi terbaru mendekriminalisasi kepemilikan ganja, asalkan seseorang memiliki kurang dari 2 ons atau 56,6 gram ganja. Rastafari sepenuhnya bebas menggunakan ganja untuk alasan agama.

Warga berkebangsaan Jamaika dan bahkan wisatawan dapat mengajukan permohonan untuk menggunakan ganja medis dan setiap orang Jamaika dapat menanam sampai lima tanaman ganja di rumah mereka sendiri.

Meskipun reformasi tersebut gagal dalam melegalisasi ganja, namun hal tersebut merupakan langkah yang signifikan. Pemerintahan Jamaika pun mengakui sikap positif ganja yang dipegang secara luas di negaranya.

Setidaknya menormalkan anggapan bahwa menggunakan ganja bukanlah tindakan kriminal. Hal tersebut dilakukan untuk alasan medis, dan bahkan spiritual.

Mungkin banyak wisatawan akan mulai mengunjungi Jamaika dengan harapan mendapatkan beberapa ganja ilahi. Para pengunjung yang menjelajahi Jamaika disarankan menghormati budaya Rastafari.

Rastafari memainkan peran besar dalam mengubah pemikiran pemerintah Jamaika. Pada skala global, mereka menyoroti isu-isu seputar keadilan, perdamaian, dan rasisme, serta kebaikan ganja itu sendiri.

Mereka pantas dipuji karena menyoroti potensi besar yang bisa dimiliki ganja pada tubuh, pikiran, dan jiwa seseorang. Pada akhirnya, Rastafari dan penggunaan ganja, bukan sebatas rekreasional tetapi mencakup hal spiritual.


Referensi :
-The History of The Rastafari Movement and Cannabis, Royal Queen Seeds, 2018.
-Clarke, Peter B. (1986). Black Paradise: The Rastafarian Movement. New Religious Movements Series. Wellingborough: The Aquarian Press.
-Bedasse, Monique (2010). "Rasta Evolution: The Theology of the Twelve Tribes of Israel". Journal of Black Studies. 40 (5): 960–973.
-Edmonds, Ennis B. (2012). Rastafari: A Very Short Introduction. Oxford: Oxford University Press. 
Share this not copy
Scroll Up