Equilibrium: Mengenal Keseimbangan lewat Pengetahuan dan Visi Etis Agama

Baca Ganja – Mengapa equilibrium atau keadaan seimbang sangat penting dalam kehidupan? Mulai dari sistem tubuh manusia hingga visi etis agama mengajarkan tentang keseimbangan.

Equilibrium

Keseimbangan umumnya diartikan sebagai keadaan di mana aksi yang saling berlawanan memiliki kekuatan yang sama. Dalam kosa kata Bahasa Inggris, arti dari keseimbangan memiliki lebih dari satu kata; seperti balance dan equilibrium. Meskipun memiliki arti yang sama, perbedaan subtil antara balance dan equilibrium adalah, equilibrium merupakan keadaan seimbang berdasarkan sistem metodologis, sehingga kata ini banyak digunakan dalam bidang ilmu akademi.

Berangkat dari ilmu pengetahuan, artikel ini mencoba untuk mengurai arti dari keseimbangan sekaligus untuk mempertemukan ilmu pengetahuan dan visi etis agama — yang hingga saat ini banyak orang masih menganggap ilmu pengetahuan dan agama tidak dapat dipertemukan.

Keseimbangan dalam Tubuh: Sistem Endocannabinoid dan Apoptosis Sel

Tubuh manusia memiliki cara kerja untuk menstabilkan kondisi tubuh, dan sistem biologis yang meregulasi kondisi ini disebut sistem endocannabinoid. Sistem endocannabinoid berperan sebagai homeostatis untuk menjaga kondisi konstan tubuh agar befungsi dengan normal dan seimbang; contohnya tubuh akan mengeluarkan keringat untuk mendinginkan dan menstabilkan suhu tubuh setelah berolahraga.

Suhu tubuh manusia diatur oleh bagian otak yang disebut hipotalamus; yang mengatur respon tubuh untuk berkeringat ketika suhu tubuh panas untuk menurunkan suhu tubuh, dan sebaliknya yang mengatur respon tubuh untuk menggigil ketika suhu tubuh menjadi dingin agar meningkatkan suhu tubuh.

Sama halnya dengan sel di dalam tubuh kita. Tubuh manusia mengandung sekitar 30 triliun sel dan mereka memiliki cara kerja untuk menstabilkan kondisi tubuh lewat proses apoptosis. Apoptosis adalah proses di mana suatu sel mematikan dirinya sendiri secara terprogram karena telah terlalu lama berada dalam tubuh. Setiap sel normal akan melewati proses apoptosis, dan sel yang tidak melewati proses apoptosis dapat berujung menjadi kanker; artinya jika ada 1 dari 30 triliunan sel yang tidak ber-apoptosis maka sel itu akan menjadi kanker atau tumor.

Proses apoptosis ini juga diatur oleh sistem endocannabinoid dalam tubuh, yang merupakan sistem penghasil senyawa yang mirip dengan senyawa ganja. Dalam riset ilmiah penggunaan ganja untuk penyakit leukemia (kanker darah) menunjukkan bahwa cannabinoid yang merupakan senyawa ganja dapat mempengaruhi sel leukemia untuk melakukan apoptosis lewat modulasi cannabinoid dengan sistem endocannabinoid; artinya senyawa ganja mengembalikan kemampuan sel yang telah menjadi kanker atau tumor untuk mematikan dirinya.

Tubuh manusia juga dapat menghasilkan senyawa yang mirip dengan ganja, disebut sebagai Anandamide dan 2-AG. Senyawa Anandamide berperan dalam meregulasi pola makan, pola tidur, serta mempengaruhi ‘kebahagiaan’ (pleasure) individu, sebagaimana nama Anandamide berasal dari bahasa Sansekerta, ‘Ananda’ yang artinya ‘kebahagiaan’. Untuk menghasilkan senyawa Anandamide, tubuh memerlukan konsumsi omega-3 dan omega-6 yang cukup.

Equilibrium dalam Visi Etis Agama: Kehendak Bebas dan Tanggung Jawab Sosial

Setiap agama yang lahir di dunia memiliki visi etis yang mengajarkan dan mengkehendaki manusia untuk memiliki keseimbangan. Keseimbangan ini yang menjadi dasar filosofi yang merupakan bagian kecil dari seluruh agama. Keseimbangan ini juga untuk menggambarkan keadaan Wujud Sempurna (Perfect Being) di dalam dunia agar kehidupan berjalan harmonis, ini mengapa Wujud Sempurna selalu dihubungkan dengan keadilan yang sempurna atau Maha Adil.

Wujud Sempurna bersifat transenden yang abstrak, sehingga untuk menemukanNya memerlukan pemahaman yang jernih. Dalam ilmu Geometri, Wujud Sempurna dapat digambarkan dalam bentuk segitiga sama kaki yang memiliki simetris yang sama (seimbang), atau dalam bentuk lingkaran di mana titik pusat lingkaran memiliki jarak yang sama dengan garis lingkaran.

Dalam visi etis agama, Wujud Sempurna langsung dihubungkan dengan kehidupan sosial masyarakat yang memiliki keterbatasan dan ketidaksempurnaan. Visi etis ini bertujuan untuk mengharmoniskan kehidupan sosial yang merupakan kesatuan dari bentuk wujud sempurna, yang di dalamnya terdapat keseimbangan sebagai penunjuk ‘jalan lurus’ ke arah harmoni sosial agar menghindari perilaku ekstremis.

Sebagaimana setiap agama mengkehendaki kebebasan individu, maka untuk menghindari perilaku ekstremis; baik maupun buruk, keseimbangan dalam visi etis agama juga mengkehendaki manusia untuk memiliki tanggung jawab sosial untuk mendistribusikan keadilan. Namun nyatanya visi etis agama ini tidak ditempatkan pada posisi tertingginya, bahkan politik mengkambinghitamkan atau memperalat agama hanya untuk kepentingan yang jauh dari visi etis agama.

Pemahaman mengenai keseimbangan dalam ilmu pengetahuan; bagaimana tubuh manusia bekerja menyeimbangkan dirinya sendiri, dan visi etis agama; yang mengkehendaki manusia untuk memiliki keseimbangan antara kehendak bebas dan tanggung jawab sosial, dapat menjadi dasar pemahaman tentang keseimbangan yang lebih luas dan diterapkan dalam kehidupan.

Tinggalkan komentar

Share this not copy