Sistem Endocannabinoid: Penyatu Makhluk Hidup dan Ganja

Baca Ganja – Dalam tubuh manusia terdapat banyak sistem organ, seperti sistem saraf, sistem pernapasan, sistem imun, dan lainnya. Bahkan ada juga sistem endocannabinoid yang mengikat senyawa mirip dengan ganja.

sistem endocannabinoid
Sistem endocannabinoid meningkatkan aktivitas ketika adanya penyakit atau stress.

Sekitar tahun 1990-an, sekelompok ilmuwan bernama Dr. Raphael Mechoulam, Dr. Lisa Matsuda, Dr. William Devane, dan Dr. Lumir Hanus, menemukan reseptor pada otak mamalia yang merespon senyawa yang ditemukan dalam ganja, disebut sistem endocannabinoid (endocannabinoid system / ECS).

Kata “cannabinoid” berasal dari tumbuhan “cannabis” dan “endo” adalah singkatan dari “endogen”, yang artinya diproduksi secara alami oleh tubuh. Jadi “endocannabinoid” artinya senyawa yang mirip dengan ganja yang secara alami terdapat dalam suatu organisme.

Hebatnya, ECS (singakatan dari sistem endocannabinoid) ditemukan dalam tubuh manusia dan disetiap mahkluk hidup (vertebrata dan invertebrata), kecuali serangga. ECS memiliki peranan penting dan bersifat homeostatis, yang bertugas untuk mengatur dan menstabilkan fungsi-fungsi organ, sel, dan jaringan dalam tubuh mahkluk hidup.

sistem endocannabinoid
Sea-squirt mahkluk yang sudah ada sejak 600 juta tahun lalu.

Hewan paling primitif yang memiliki sistem endocannabinoid adalah tunicate / sea-squirt, yang telah berevolusi lebih dari 600 juta tahun yang lalu. ECS yang terdapat pada sea-squirt berfungsi mengatur banyaknya air yang masuk dan keluar dari mulut penyaring (siphon). Lalu, bagaimana ECS pada manusia bekerja ?

Sistem Endocannabinoid terdiri dari tiga bagian:

  1. Endocannabinoid : senyawa-senyawa alami yang dihasilkan tubuh yang mirip dengan senyawa ganja, seperti anandamide dan 2-Arachidonoylglycerol (2-AG)
  2. Reseptor dalam sistem saraf dan di beberapa organ tubuh dan jaringan yang berikatan dengan endocannabinoid dan cannabinoid (senyawa dalam ganja)
  3. Enzim yang membantu memecah endocannabinoid dan cannabinoid

Jenis Reseptor Sistem Endocannabinoid :

Dalam tubuh manusia, ECS memiliki dua jenis reseptor cannabinoid yang ditemukan di beberapa organ dan jaringan tertentu (seperti yang dijelaskan di atas pada poin ke-2), diantaranya :

  • Reseptor CB-1 : Sebagian besar reseptor ini terletak di otak dan sistem saraf, namun ada sebagian yang terletak di organ lain dan jaringan ikat dengan jumlah yang relatif sedikit.
  • Reseptor CB-2 : Ditemukan di sistem saraf tepi (perifer), sistem pencernaan, dan di dalam sistem imun / kekebalan tubuh.

Melalui kedua reseptor diatas, sistem endocannabinoid membantu mengatur fungsi-fungsi penting dalam tubuh, seperti: nafsu makan, pencernaan, fungsi imun, peradangan, mood, kualitas tidur, reproduksi / kesuburan, kontrol motorik, mengatur suhu badan, memori, rasa nyeri, dan perasaan senang / penghargaan diri atau self-award.

Tubuh manusia mengaktifkan ECS dengan tepat sehingga berdampak hanya pada apa yang diperlukan oleh tubuh. Misalnya, jika hormon reproduksi tidak berfungsi dengan normal, maka ECS akan bekerja untuk mengatur hormon reproduksi tanpa mengubah sistem pencernaan atau sistem imun.

Karena sifat ECS yang homeostatis, maka setelah ECS berhasil menyeimbangkan hormon, maka akan muncul enzim tertentu untuk memecah dan mencegah endocannabinoid tersebut agar tidak menganggu keseimbangan dalam hormon.

Sifat homeostatis pada ECS sangat penting untuk kesehatan dan kelangsungan hidup setiap mahkluk hidup, jadi ketika ECS tidak berfungsi dengan baik, maka akan menyebabkan banyak masalah di dalam tubuh.

Peran Reseptor dan Enzim

Endocannabinoid yang dihasilkan tubuh manusia secara alami yang mirip dengan senyawa THC (tetrahydrocannabinol) — yang dikenal dengan efek high-nya — adalah anandamide. Anandamide berasal dari bahasa Sansekerta, ananda yang artinya “kebahagiaan”.

Sesuai dengan artinya, anandamide memiliki efek menenangkan. Meskipun THC dan anandamide memiliki kesamaan, namun anandamide tidak memberikan efek high seperti THC.

Alasan anandamide tidak membuat high seperti senyawa THC dikarenakan ECS memiliki enzim FAAH (Fatty Acid Amide Hydrolase), yang bertugas untuk memecah anandamide dan endocannabinoid lainnya. Enzim FAAH bekerja cepat terhadap endocannabinoid alami yang diproduksi oleh tubuh, tetapi tidak dapat menghancurkan senyawa cannabinoid THC dalam ganja.

Di dalam otak, cannabinoid dan endocannabinoid bekerja sebagai neurotransmitter (pembawa pesan kimiawi yang mengirimkan informasi dari satu sel ke sel berikutnya). Semua neurotransmitter berinteraksi dengan seluruh reseptor dalam tubuh sehingga memiliki efek yang berbeda-beda, tergantung dengan reseptor di bagian tubuh mana yang berinteraksi dengan neurotransmitter.

Cannabinoid yang banyak mendapat perhatian peneliti adalah cannabidiol (CBD) yang terdapat pada tanaman ganja. CBD tidak memiliki sifat psikoaktif, dan memiliki fungsi untuk menghentikan enzim FAAH dari memecah anandamide, sehingga anandamide dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap tubuh dan mempengaruhi energi, nafsu makan, dan mood seseorang.

Baca selengkapnya disini bagaimana CBD bekerja dalam tubuh.

Akibat Kekurangan Endocannabinoid (Endocannabinoid Deficiency)

Ketika ECS berfungsi dengan baik, semua sistem tubuh manusia dipelihara dalam keadaan seimbang dan dinamis, atau homeostatis. Tapi, apakah yang terjadi jika sistem endocannabinoid tidak berfungsi dengan baik? Peneliti menemukan bahwa kondisi tertentu yang berhubungan dengan hipersensivitas terhadap rasa nyeri, seperti fibromyalgia dan migrain, diakibatkan karena kurangnya atau tidak normalnya sistem endocannabinoid dalam tubuh.


Referensi:
-verywellhealth.com/what-is-the-endocannabinoid-system-4171855
-medium.com/randy-s-club/7-things-you-probably-didnt-know-about-the-endocannabinoid-system-35e264c802bc
Share this not copy
Scroll Up