Membangun Indonesia dengan Ilmu Pengetahuan Bersama HEMPI

Baca Ganja – I Putu Indra Mandhala Putra yang akrab disapa Bli Iman bersama Yayasan HEMPI (Herbal Medis Persada Indonesia) mengajak generasi penerus bangsa untuk turut serta membangun Indonesia yang berdasarkan ilmu pengetahuan.

Memasuki tahun 2021, Indonesia semakin didera banyak permasalahan. Saat isu pandemi yang berkaitan dengan kesehatan belum juga usai, Indonesia malah dikepung bencana akibat kerusakan lingkungan. Maka dari itu, di masa mendatang, keputusan kebijakan harus memenuhi syarat kemanusiaan serta lingkungan.

Namun untuk menghasilkan kebijakan yang memenuhi nilai kemanusiaan serta memenuhi hak lingkungan, diperlukan pondasi ilmu pengetahuan (sains modern). Karena dengan ilmu pengetahuan, suatu bangsa dapat mempertahankan kemuliaannya (dignity).

Seperti yang diucapkan Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara, “dengan ilmu kita menuju kemuliaan.” Maka dari itu, Bli Iman bersama Yayasan HEMPI membuka ruang dan mengajak pemuda Indonesia untuk bergabung dalam wadah Yayasan HEMPI untuk menghasilkan pemikiran berdasarkan ilmu pengetahuan dan logika yang berdasar.

Selain itu, Bli Iman berpendapat bahwa politik adalah akar dari segala kebaikan dan keburukan dalam suatu bangsa dan negara, dan generasi muda tidak boleh apatis. Maka bersama Yayasan HEMPI, diharapkan dapat menjadi wadah yang dapat membantu menghasilkan ide kebijakan politik yang mendistribusikan keadilan.

Bli Iman yang aktif dalam dunia politik, juga turut menyuarakan pemanfaatan ganja yang berdasarkan ilmu pengetahuan. Bli Iman meyakini bahwa tanaman ganja memiliki sangat banyak manfaat, mulai dari manfaat medis dan ekonomi untuk manusia, serta untuk menjaga kesehatan lingkungan yang hari-hari ini semakin buruk.

Untuk itulah, mengapa ilmu pengetahuan atau sains modern dinilai sangat penting. Bahkan ilmu pengetahuan dapat menghasilkan kebijakan politik, yang disebut green politics (politik hijau).  Teori politik hijau dapat menjadi solusi konkret sebagai instrumen dalam mewujudkan keadilan sosial dan melestarikan lingkungan.

Mengapa Perlu Membangun Indonesia dengan Ilmu Pengetahuan (Sains Modern)?

Sains modern diproyeksi sebagai sesuatu yang universal, sebuah pengetahuan yang bebas dari penilaian atau justifikasi (value-free system), yang mana berdasarkan logika metode berpikir tiba pada kesimpulan objektif tentang kehidupan, semesta, ataupun hal lainnya.

Namun hari ini, Indonesia terlihat sangat jauh dari nilai-nilai ilmu pengetahuan. Ini bisa terlihat dari kurangnya kemampuan rezim saat ini untuk melihat dan menerima fakta sebagaimana adanya (objektif). Padahal, penilaian objektif harus terbebas dari keyakinan, doktrin, keinginan, serta penilaian.

Kemudian, ilmu pengetahuan atau sains bertumpu pada data indrawi, yaitu data yang dikumpulkan melalui indera — mata, telinga, hidung, lidah, dan sentuhan. Namun sampai akhir ini, rezim penguasa selalu mengabaikan data pengalaman indrawi. Ini bisa dilihat dari contoh kasus dimana seseorang menggunakan ganja untuk pengobatan, namun dianggap melanggar hukum.

Ilmu pengetahuan juga bersifat dapat diprediksi (predictable), terutama dalam bidang ilmu sosial yang menggunakan kaedah saintifik (social science) untuk mengkaji bidang kemanusiaan, seperti memprediksi dampak piskologis, sosiologi, ekonomi, pendidikan, komunikasi akibat suatu kebijakan yang dibuat.

Mari saatnya bersama Yayasan HEMPI, kita saling belajar dan mengedukasi, dan turut serta ikut membangun Indonesia yang berdasarkan ilmu pengetahuan sehingga sebagai penerus generasi bangsa, kita dapat saling menjaga dan peduli dengan sesama dan juga lingkungan.

Saatnya kita kembali mengingat dan menyadarkan diri kita sendiri tentang apa yang telah tertulis, bahwa umat manusia telah dikehendaki untuk menjaga dan memelihara bumi pertiwi. Mari bersama kita musnahkan sifat apatis, yang mana kebatilan berselimut didalamnya.

Tinggalkan komentar

Share this not copy
Scroll Up