Distorsi Ganja Dibawah Adikuasa

Distorsi menurut KBBI artinya memutarbalikkan fakta. Apa mungkin.. bangsa ini menjadi korban distorsi ganja dibawah adikuasa dulunya? Bahkan sampai saat ini?

Distorsi Ganja Dibawah Adikuasa

Baca Ganja – Banyak orang pada umumnya terutama kaum milenial mengenal apa itu ganja atau weed dari musisi rapper Amerika Serikat, seperti Snoop Dogg, Wiz Khalifa, dan yang agak enjoy Bob Marley, ehh bukan..

Kita melihat para rapper Amerika bebas make di negaranya, tapi taukah bahwa sebenarnya negara adikuasa tersebut yang sangat menyuarakan undang-undang atau perjanjian internasional mengenai ganja?

Bermula dari tahun 1961, perjanjian narkotika internasional The United Nation Single Convention on Narcotic Drugs dikeluarkan. Dalam perjanjian internasional tersebut, ganja pertama kali digolongkan sebagai narkotika menemani pendahulunya tanaman opium dan koka.

Berangkat dari sana, tibalah di Indonesia. Pada tahun 1976, Indonesia mengeluarkan Undang-undang RI No.9 mengenai undang-undang narkotika. Undang-undang tersebut merupakan turunan dari Konvensi Tunggal yang dibuat tahun 1961.

Jauh sebelum tanaman ganja diatur penggunaanya oleh perjanjian internasional, sejarah mencatat bahwa ganja sudah sangat lama menemani kehidupan peradaban manusia.

Sejarah Awal

Tercatat ganja sudah digunakan sejak tahun Sebelum Masehi sekitar >8.000 SM oleh bangsa peradaban di dunia, seperti di peradaban Tiongkok kuno, di India dengan sejarah Hindunya , dan zaman Mesir kuno.

Penggunaan ganja terus berlanjut sampai masuk tahun Masehi.

Diketahui memiliki kualitas serat yang bagus, kaum muslim di Spanyol pertama kali membuka pabrik kertas pertama di Eropa, pada tahun 1056. Bahkan di Zaman Kejayaan Islam, ganja banyak dimanfaatkan.

sejarah ganja dalam dunia islam
Canon of Medicine karya Ibnu Sina 1025 M.

Salah satu bukti penggunaan ganja di zaman Kejayaan Islam terdapat dalam buku Canon of Medicine atau Qanun Kedokteran yang ditulis oleh dokter sekaligus filsuf bernama Ibnu Sina, yang dikenal sebagai Bapak Kedokteran Modern di jamannya.

Singkatnya, tibalah ganja pertama kali di benua Amerika Serikat. Sejarah mencatat dulunya AS, pernah membuat undang-undang yang memfokuskan petani untuk menanam ganja pada tahun 1619 silam. Sebelum adanya larangan.

Amerika yang dikenal sebagai negara adidaya atau super power bahkan memanfaatkan serbuk ganja sebagai bahan industrial untuk amunisi.

Perlahan tapi pasti, pelan-pelan kelompok elit Amerika yang memiliki kepentingan-kepentingan tertentu melakukan propaganda anti-ganja dengan segala cara.

Akhir cerita penduduk Amerika termasuk petani dilarang menanam dan menggunakan ganja. Baca selengkapnya propaganda anti-ganja di AS disini.

Unsur propaganda akhirnya menjadi akar dari masuknya ganja kedalam golongan narkotika di Perjanjian Internasional Konvensi Tunggal Narkotika Tahun 1961.

Kembali lagi kepada pertanyaan di awal pembuka, apa mungkin bangsa ini menjadi korban distorsi ganja dibawah adikuasa dulunya? Bahkan sampai saat ini?

Distorsi Ganja Adikuasa

Secara rasional dapat diasumsikan bahwa Indonesia adalah korban dari distorsi ganja, lihat saja Amerika yang awalnya ngotot mengilegalkan ganja sekarang berlomba untuk memanfaatkan ganja.

Apa kabar dengan bangsa Indonesia? Mungkin tidak sama sekali, tidak mungkin bangsa ini keluar dari jeratan ketidaktahuan dan distorsi tentang ganja.

Atau mungkin bangsa ini pelan tapi pasti sedang bergerak menuju pengetahuan tentang tanaman ganja? Tentang senyawa ganja dan efek medisnya?

“There’s an herb for every system, every organ, every gland, and every tissue of our body. Mother nature has put medicine in our food.” – Bob Marley

Share this not copy
Scroll Up