Ganja dalam Peradaban Mesir Kuno

Baca Ganja – Mesir dikenal sebagai negeri yang kaya akan peninggalan sejarah kunonya, seperti piramida, hieroglif (tulisan Mesir Kuno), dan juga patung-patung. Selain itu, ada juga bukti peninggalan penggunaan ganja dalam Peradaban Mesir Kuno.

ganja dalam peradaban mesir kuno
Patung Sphinx dan Piramida Giza, dibangun sekitar 2.550 – 2.490 SM.

Secara umum dalam peradaban budaya bangsa awal, ganja dibudidaya untuk bahan serat tekstil dan bahan makanan (seperti di peradaban Tiongkok Kuno). Namun, shemshemet — bacaan untuk sebutan ganja dalam tulisan hieroglif — digunakan bangsa Mesir Kuno dalam segala aspek kehidupan.

Dalam sejarah Mesir, ganja bukan hanya dimanfaatkan sebagai serat dan tekstil. Tanaman yang memiliki komponen psikoaktif ini juga dimanfaatkan secara medis, dan sudah dikenal oleh peradaban Mesir Kuno sebelum piramida dibangun (penggunaan ganja diperkirakan sejak 3.000 SM).

Petunjuk Ganja dalam Peradaban Mesir Kuno

Dewi Seshat

ganja dalam peradaban mesir kuno
Dewi Seshat, dewi kebijaksanaan, pengetahuan, dan tulisan.

Dewi Seshat adalah dewi Mesir yang melambangkan kebijaksanaan, pengetahuan dan juga dianggap dewi yang menemukan tulisan. Nama Seshat memiliki arti “dia yang menulis” dan juga dikenal sebagai dewi arsitektur, astronomi, astrologi, bangunan, dan matematika.

Umumnya dewi Seshat digambarkan dengan memegang tali berserat di tangannya sebagai alat mengukur dan terdapat daun berbentuk bintang di atas kepalanya. Dispekulasi daun tersebut adalah tanaman ganja.

Secara rasional, tidak berlebihan jika menyebutkan bahwa itu adalah tanaman ganja. Pertama, diketahui bahwa (ganja) hemp memiliki serat yang baik dan kuat, dan kedua, ada penemuan bukti tali yang terbuat dari serat ganja di Mesir.

Walaupun tanaman ganja yang berasal dari Asia Tengah ini tidak di dokumentasikan di jaman Mesir Kuno (periode tahun 3.100 SM), namun lambang daun ganja pada dewi Seshat menguatkan petunjuk penggunaan ganja sebagai bahan pembuatan tali pengukur.

Penggunaan Tali Berbahan Serat Ganja

tali kapal khufu berbahan serat ganja
Tali asli kapal khufu berbahan serat ganja.

Penemuan tali kapal berbahan serat ganja di kapal Khufu (kapal Mesir Kuno). Kayu-kayu dari lambung kapal Khufu yang melengkung diikat bersama dengan tali hemp. Teknik ini masih digunakan sampai saat ini oleh pembuat kapal tradisional di tepi Laut Merah, Teluk Persia, dan Samudra Hindia.

Penelitian juga menunjukkan bahwa pekerja Mesir Kuno menggunakan teknik yang cermat untuk memecah batu yang lebih besar sebelum mengangkutnya ke lokasi instruksi.

Teknik ini menggunakan serat ganja yang di palu dalam celah-celah bebatuan, lalu direndam secara menyeluruh ke dalam air. Ketika serat ganja mengembang, serat-serat tersebut cukup kuat untuk membelah batuan raksasa.

Bahkan pembangunan Piramida Giza disebut-sebut dibantu dengan tali berserat ganja untuk mengangkat bebatuan. Tanaman ganja sangat populer di masa lalu Mesir, bahkan Kaisar Romawi, Aurelian (berkuasa tahun 270 – 275 M) mengenakan pajak untuk ganja.

Referensi Ganja dalam Naskah Mesir Kuno

Mesir merupakan pelopor dalam pengembangan kertas papirus dan perkamen. Dari gulungan kertas naskah ini maka terlahirlah kemampuan budaya untuk menulis dan mendokumentasikan — dan kemampuan kita melihat sejarah Mesir.

Isi naskah papirus kuno Mesir mencakup semua hal, mulai dari topik hukum, dongeng mitologis, hingga catatan medis. Dan dalam naskah papirus medis kuno terdapat beberapa penyebutan ganja.

Ramesseum Papyri

ganja dalam peradaban mesir kuno

Menurut The British Museum, naskah Ramesseum Papyri “digambarkan sebagai ‘penemuan papirus paling berharga’ dari peninggalan Mesir Fir’aun.” Sebagai salah satu catatan medis tertua yang pernah ditemukan (±1.750 SM), kisah dalam naskah ini mencerminkan teknik penyembuhan dari generasi sebelumnya.

Naskah ini ditemukan di kota kuno bernama Ramesseum, sesuai dengan namanya. Penelitian menemukan ‘permata’ lain yang tak terhitung jumlahnya dari kota yang dibangun Ramesses II ini, yang semuanya hampir mengarah pada kecakapan pendidikan di era saat itu.

Naskah ini juga menuliskan tentang penyakit masa kanak-kanak, anatomi, pemulihan dari cedera akibat gunung berapi, dan proses melahirkan. Dalam naskah (Plate A26) dari Ramesseum III, menjelaskan perawatan untuk mata, yang ditulis:

“Seledri, ganja ditumbuk dan dibiarkan di embun semalaman. Kedua mata pasien harus dicuci dengan itu di pagi hari.”

Ebers Papyri

ganja dalam peradaban mesir kuno

Naskah papirus ini merupakan buku medis terlengkap tertua di dunia. Ditulis sekitar 1.500 SM, naskah ini menuliskan obat-obatan yang paling populer di jamannya. Ebers Papyri mendapatkan namanya dari ahli botani George Ebers yang menemukannya pada akhir 1800-an.

Terdapat formula untuk kesehatan wanita, sebagai berikut:

Formula No. 821 : Shemshemet (sebutan ganja) harus “ditumbuk dalam madu; dimasukkan ke dalam vagina untuk mendinginkan rahim dan menghilangkan panasnya.”

Bahan : “madu 1/4; ochre 1/64; ganja 1/32; hedjou resin 1/32; ibou plant 1/32. Persiapkan terlebih dahulu, dan gunakan (di area yang terkena).

Berlin Papyri

naskah mesi kuno tentang ganja

Naskah papirus yang ditemukan sekitar 1.300 SM ini menunjukkan evolusi penggunaan kanabis sebagai obat. Dalam naskah ini dituliskan penggunaan kanabis untuk masalah pada mata, masalah kewanitaan, peradangan yang ekstrim dan juga demam.

Dalam formula ke-81 menunjukkan bahwa ganja diresepkan sebagai “salep yang dipersiapkan untuk mengusir demam.” Perlu diketahui, saat ini pengobatan modern telah membuat obat yang memiliki kualitas anti-demam, anti-inflamasi yang sama (terbukti dalam sains bahwa ganja bersifat anti-inflamasi).

Chester Beatty Papyri

ganja dalam naskah mesir kuno

Naskah yang ditulis sekitar tahun 1.300 SM ini adalah papirus Chester Beatty. Artefak kuno ini sebagian besar ditujukan untuk menangani kanker kolorektal — jenis kanker yang tumbuh di bagian usus besar (kolon), atau di bagian paling bawah usus besar (rektum).

Naskah ini menyebutkan shemshemet setidaknya dua kali dan meresepkan biji ganja yang dihancurkan sebagai obat bermutu. Bahkan tertulis instruksi tentang penggunaan supositoria — pemberian obat lewat tabung pipa yang dimasukkan ke anus, vagina, atau saluran kemih — ganja untuk tujuan pencernaan.

Penggunaan Ganja dalam Seremonial

Mesir Kuno mungkin juga menggunakan ganja untuk keperluan seremonial. Pada jasad Ramses II (Fir’aun di tahun 1.213 SM) terdapat jejak senyawa ganja dalam sistem tubuhnya, sama seperti pada jasad mumi lainnya. Penelitian yang dilakukan Nerliche dan Parsche di tahun 1995 menemukan temuan yang mengejutkan.

Dalam penelitiannya dicatat bahwa mumi memiliki deposisi tetrahydrocannabinol (THC) yang signifikan dan menyimpulkan bahwa ini diperoleh dari asap ganja. Studi ini menjadi kontroversial ketika pertama kali keluar.

Seiring berjalannya waktu, penggunaan ganja medis di Mesir terus berkembang. Sekitar 1.000 SM, tampaknya orang awam bangsa Mesir Kuno saat itu menangkap manfaat potensial dari tanaman kanabis. Namun disayangkan, hanya sedikit bukti relatif penggunaan ganja di jaman itu.

Pemahaman bangsa Mesir Kuno terhadap ganja mungkin melahirkan kecakapan di bidang lain yang berhubungan dengan bagian tubuh dan kesehatan. Dalam karya syair epos berjudul The Odyssey, Homeros menulis, “semua orang di Mesir adalah seorang dokter yang terampil.”

Catatan papirus terakhir (~ 200 M) yang berada di Museum Papirus Wina, Austria — Vienna papyri — menyebutkan penggunaan ganja sebagai pengobatan untuk tumor, sakit telinga, dan demam.

Kesulitan penerjemahan membuat pengetahuan lengkap tentang penggunaan ganja dalam peradaban Mesir Kuno menjadi menantang. Para peneliti seperti Dr. Greg Gerdeman setuju bahwa tulisan shemshemet dalam tulisan Mesir Kuno merujuk pada tanaman ganja.

Apa yang dapat diakui dunia adalah bahwa bangsa Mesir Kuno merupakan pemimpin dalam dunia medis pada jaman peradaban saat itu — dan mereka mencapai pengetahuan tersebut melalui bantuan tanaman obat seperti ganja.

Mungkin saat ini dunia termasuk bangsa Indonesia bisa mendapatkan pelajaran praktis dari sejarah peradaban bangsa Mesir Kuno terkait dengan ganja. Peneliti psikofarmakologi, Dr. Ethan Russo memberikan pernyataan terbaik;

“informasi yang diperoleh dari sejarah terkait ganja dalam berbagai bentuk dapat menjadi poin keberangkatan yang berguna untuk penelitian.”

Mungkin di masa depan kebijakan peradaban bangsa Mesir Kuno dalam penggunaan ganja dapat terjadi. Atau, mungkin juga di masa depan manusia semakin angkuh terhadap tanaman ciptaan Sang Pencipta. Semua kembali di tangan manusia bagaimana memperlakukan semesta.


Referensi :
-cannigma.com/history/egypt-has-a-rich-medical-cannabis-history-discover-why
-ancient-egypt-online.com/papyrus.html
-ancient.eu/Egyptian_Medicine
-ancient-origins.net,'A Versatile Plant: What Were the Many Uses of Cannabis in Ancient Egypt?'
-recoveredscience.com/const201seshathempmath.htm
-link.springer.com/article/10.1007/BF00322236
Share this not copy
Scroll Up