Senyawa Tetrahydrocannabiphorol yang Lebih Kuat dari THC

Baca Ganja – Penelitian laboratorium terbaru menemukan senyawa tetrahydrocannabiphorol yang lebih kuat dari THC. Diduga senyawa tetrahydrocannabiphorol (THCP) 30 kali lebih kuat efek psikoaktifnya daripada THC yang dikenal pada umumnya.

senyawa tetrahydrocannabiphorol yang lebih kuat dari THC
Penelitian menemukan senyawa baru Tetrahydrocannabiphorol dan Cannabidiphorol.

Pada umumnya, kita mengetahui bahwa senyawa yang memberikan efek high adalah tetrahydrocannabinol (THC). Tapi peneliti menemukan adanya senyawa baru yang lebih kuat, yaitu tetrahydrocannabiphorol (THCP).

Diketahui bahwa cara kerja THC dihubungkan ke reseptor di otak (CB-1) dan mengubah kemampuan kita dalam bernalar, merekam ingatan, mengkoordinasi gerakan, dan mengalami kesenangan atau pleasure.

Ganja mengandung lebih dari 150 senyawa kimia yang mirip dan berinteraksi dengan reseptor di seluruh tubuh, tapi sejauh yang kita ketahui, hanya senyawa THC yang dapat memicu kesadaran tinggi.

Senyawa tetrahydrocannabiphorol (THCP) yang mirip dengan THC, tampaknya berinteraksi dengan reseptor yang sama dengan THC, yang dikenal sebagai reseptor CB1.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan oleh jurnal Scientific Reports (30/12/2019), perbedaan utama antara THCP dan THC terletak pada rantai atom THCP yang lebih menonjol keluar.

senyawa tetrahydrocannabiphorol yang lebih kuat dari THC
Perbedaan antara THC dan THCP.

Peran Alkyl Side Chains (Rantai Samping Alkil)

Rantai samping alkil merupakan pendorong kuat di belakang efek cannabinoid pada manusia. Untuk sebagian besar dari hampir 150 senyawa ganja, termasuk THC, rantai tersebut hanya memiliki panjang lima atom.

Namun, THCP memiliki tujuh rantai atom, yang berarti bahwa dalam bentuk aslinya, ia telah melampaui potensi THC, kata para penulis seperti yang dikutip dari Scientific Reports.

Secara alamiah, tak pernah dilaporkan adanya penemuan senyawa cannabinoid dengan lebih dari lima rantai atom. Selain itu, kebanyakan dari senyawa tersebut belum di isolasi atau di karakterisasi karena sangat sulit.

“Tantangannya adalah bahwa butuh waktu yang lama untuk mengisolasi, terutama dengan sumber yang sulit didapat,” jelas Dr. Jane Ishmael, dari asosiasi profesor Oregon State University’s College of Pharmacy.

“Saya berpendapat bahwa produk ini hadir dalam jumlah kecil, jadi ini mengejutkan untuk menemukan produk alami dari tanaman ganja yang telah kita ketahui sejak lama.” lanjutnya.

Efek Senyawa Tetrahydrocannabiphorol yang Lebih Kuat dari THC Terhadap Tikus

Para peneliti menguji coba senyawa THCP terhadap tikus dan menemukan adanya perubahan perilaku seolah-olah mereka menggunakan THC, seperti gerakan yang melambat, penurunan suhu, dan berkurangnya respon rangsangan nyeri.

Tikus tersebut mencapai kondisi ini dengan dosis THCP yang relatif lebih rendah, sedangkan dibutuhkan THC dua kali lipat untuk menghasilkan efek yang sama. Baca disini cara kerja THC dalam tubuh manusia.

Meskipun hasil laboratorium membuktikan THCP memiliki efek yang kuat, namun belum diketahui apakah senyawa tersebut dapat menimbulkan efek dramatis pada manusia. Senyawa THCP dalam tanaman hanya ditemukan dalam jumlah kecil, saat peneliti meneliti varietas tanaman kanabis yang rendah THC.

Ada tanggapan bahwa THCP dapat tumbuh dalam jumlah yang lebih besar, namun peneliti masih belum mengetahui apakah senyawa THCP akan menghasilkan efek yang mirip dengan senyawa psikoaktif THC.

Sementara THC memiliki manfaat medis seperti pereda rasa sakit dan pereda mual, namun belum diketahui apakah THCP memiliki kualitas ini.

Adanya Efek Potensial pada Manusia

Meskipun belum diketahui efek dari THCP pada manusia, tapi senyawa yang baru ditemukan tersebut dapat diperhitungkan memiliki manfaat medis dikarenakan kemampuan dan potensi pengikatan yang lebih kuat dikarenakan memiliki tujuh rantai atom.

Temuan baru senyawa THCP mungkin menjadi target baru dalam memproduksi ekstrak ganja untuk efek fisikal kedepannya. Pengujian yang banyak dilakukan dengan metode penelitian dapat memajukan penemuan dan identifikasi senyawa baru dalam ganja.

“Ada senyawa cannabinoid kecil dan jejak lainnya pada tanaman ganja yang sulit dipelajari, tetapi dengan isolasi kita dapat terus memperkirakan efek yang mungkin dapat di tawarkan,” kata Dr. Ishmael.

“Secara historis, banyak dari obat-obatan kita yang berasal dari produk alami. Dengan memiliki senyawa baru yang mempunyai afinitas – pengikat – yang sangat tinggi, itu akan memberi para ilmuwan untuk melakukan penyelidikan baru dalam ilmu biologi.” tutupnya.

Selain THCP, penemuan senyawa baru lainnya adalah cannabidiphorol (CBDP). Senyawa CBDP diteliti juga memiliki tujuh rantai atom sama seperti THCP. Namun sifat CBDP persis dengan senyawa cannabidiol atau CBD.

CBDP diteliti juga bersifat tidak mengikat kuat pada reseptor CB1 dan reseptor CB2, sama halnya dengan CBD. Sementara sifat senyawa CBD yang dikenal dengan sifat medisnya seperti anti-inflamasi, antioksidan, dan anti-kejang, terdapat dalam CBDP yang tidak memiliki perbedaan yang signifikan, sehingga peneliti tidak memfokuskan penelitian terhadap CBDP.


Referensi :
-edition.cnn.com/2020/02/03/us/cannabis-weed-compound-30-times-more-powerful-than-thc-scn/index.html
-livescience.com/new-potent-cannabinoid.html
-nature.com/articles/s41598-019-56785-1 
Share this not copy
Scroll Up