Herodotus Menulis Ganja dan Bangsa Scythian

Baca Ganja – Herodotus adalah sejarawan Yunani kuno yang hidup pada abad ke-5 SM (sekitar 484 SM – 425 SM) dan disebut sebagai “Bapak Sejarah Dunia”. Selama hidupnya, ia banyak menuliskan apa yang dilihatnya, bahkan Herodotus menulis ganja dan Bangsa Scythian.

herodotus menulis ganja

Lahir di Halikarnassos (saat ini Bodrum, Turki), ia adalah sejarawan pertama yang mengumpulkan bahan-bahannya secara sistematis, menguji akurasinya, dan menyusunnya dalam bentuk narasi yang terstruktur dengan jelas.

Karya tulisannya yang paling terkenal adalah Historia, yang merupakan catatan tradisi, politik, geografi dan pertemuan berbagai budaya di Mediterania dan Asia pada saat itu. Selain itu, ia juga menuliskan penggunaan ganja oleh Bangsa Scythian.

Bangsa Scythian (Bahasa Indonesia: Skithia atau Skith) adalah orang Iran kuno yang merupakan bangsa nomaden (pengembara) penunggang kuda yang pada Zaman Klasik mendominasi Stepa Pontus-Kaspia.

Herodotus menulis penggunaan ganja dalam praktik upacara bangsa Scythian yang diduga terjadi sejak abad ke-5 sampai abad ke-2 SM, dimana orang suci Hindu yang mengembara, menggunakan ganja di benua India selama berabad-abad.

Herodotus Menulis Ganja

herodotus menulis ganja
Buku The History of Herodotus

Dikutip dari Antique Cannabis Book, dalam bukunya yang berjudul The History of Herodotus yang diterjemahkan dari bahasa Yunani oleh Isaac Littebury tahun 1737, mendeskripsikan penggunaan ganja dalam upacara pemakaman;

[Halaman 380]

…dan ini adalah cara pemakaman raja. Tapi saat orang Scythian lainnya yang meninggal, relasi terdekatnya membawanya dengan kereta ditengah kawanannya; yang menerima dan menghibur seluruh perkumpulan, yang pada gilirannya, mengatur untuk memuliakannya di hadapan manusia yang telah mati seperti sebelumnya.

Dalam upacara ini, semua orang yang meninggal dibawa sekitar empat puluh hari, sebelum mereka dimakamkan: Dan mereka yang membantu pemakaman ini, dengan demikian memurnikan diri mereka sendiri. Ketika mereka telah membersihkan dan mencuci kepala mereka, mereka mendirikan tiga potong kayu yang saling bersandar, dan meletakkan tas berbahan wol berdekatan dalam jumlah banyak, melemparkan batu yang terbakar ke ruang kosong yang tersisa ditengah kayu dan tas.

Di negeri ini, tanaman semacam (ganja) hemp tumbuh, sangat mirip dengan tanaman flax (rami); hanya lebih panjang dan lebih tebal; dan jauh lebih baik daripada milik kita (bangsa Yunani), baik ditabur atapun diproduksi secara alamiah. Bangsa Trakia berpakaian dengan pakaian yang terbuat dari hemp; sangat mirip dengan flax, sehingga seseorang harus memiliki pengalaman hebat dalam material itu untuk membedakan satu dari yang lain: Dan dia yang belum pernah melihat hemp, akan berpikir…

[Halaman 381]

Pakaian mereka dibuat dari flax. Para Scythian meletakkan biji hemp di bawah kantong, diatas batu-batu yang terbakar; dan langsung mengeluarkan uap yang lebih nikmat daripada dupa yang dibakar di Yunani. Kawanan itu dibuat sangat gembira oleh aromanya, berseru dengan keras; dan cara penyucian ini sebagai ganti mencucikan diri: Karena mereka tidak pernah memandikan tubuh mereka didalam air. Tetapi istri-istri mereka menggiling kayu cemara, kayu aras, dan dupa diatas batu kasar, dan memasukkan bubuk itu ke dalam air, membuat cairan kental, yang mereka oles dan sebarkan ke seluruh bagian tubuh dan wajah…

The History of Herodotus (hal. 344)
The History of Herodotus (hal. 344)
The History of Herodotus (hal. 380)
The History of Herodotus (hal. 380)
The History of Herodotus (hal. 381)
The History of Herodotus (hal. 381)

Jika membaca kutipan asli yang lebih lengkap, ada beberapa fakta yang dapat dilihat:

  • Bentuk dan deskripsi tanaman hemp sebagai bahan dasar pakaian, tampaknya merupakan tanaman kelas industri (yang saat ini kita sebut industrial hemp) dan karenanya hanya memiliki sedikit penggunaan medis atau rekreasi.
  • Uap dupa digunakan sebagai bagian dari upacara keagamaan untuk orang mati (seperti penggunaan kemenyan dalam Gereja Katholik Roma saat ini). Herodotus bahkan berbicara tentang kemenyan lainnya.
  • Dalam teks asli buku tersebut ditulis, “The Company extremely transported with the scent, howl aloud“, dimana kata howl bermakna melolong. Tapi Herodotus saat itu sedang menulis konteks pemakaman, yang sebenarnya melolong atau menangis adalah hal yang normal. Selain itu, terjemahan lain dari bahasa Yunani, penggunaan kata “yell” (berteriak) adalah lawan kata dari “howl” (melolong).
Share this not copy
Scroll Up