Melebur Ganja dengan Pancasila

Baca Ganja – Agaknya sedikit kikuk jika berbicara tentang melebur ganja dengan Pancasila. Bagi sebagian orang ini berlebihan, tapi tidak sedikit juga yang menjadi korban kekejaman pasal UU Narkotika karena memanfaatkan ganja.

melebur ganja dengan pancasila
Pidato pertama Ir. Soekarno tentang Pancasila, 1 Juni 1945.

Sekadar mengingat, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, mengemukakan Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul “Lahirnya Pancasila”.

Pembahasan peleburan ganja dan Pancasila ini bertujuan untuk melihat seberapa besar potensi relasi itu ada. Sebelum membongkar pemikiran ini, berikut adalah lima butir Pancasila:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

1.  Ketuhanan Yang Maha Esa

Menurut KBBI, Ketuhanan artinya segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan.

Jika menggunakan pemikiran sempit, akan menjadi sangat sensitif membahas butir pertama dan mengaitkannya dengan iman atau kepercayaan masing-masing orang, tapi jika berdasarkan sejarah maka semua menjadi sedikit jelas.

Dalam sejarah keagamaan, ketika awal lahirnya agama-agama di dunia, sejarah mencatat bahwa ganja digunakan ketika itu, dimanfaatkan untuk ‘mendekatkan diri’ kepada ilahi melalui sifat entheogen ganja. Sekali lagi, ini dari sisi sejarah!

Bukti singkatnya, dalam sejarah Sufi, ganja digunakan Syekh Haydar untuk lebih meng-khusyuk-kan diri saat beribadah. Dalam Kitab Torah (Perjanjian Lama bahasa Ibrani asli), Nabi Musa membuat Minyak Urapan Kudus berbahan ganja (dengan sebutan kaneh-bosm).

Dalam Hindu, salah satu trimurti, dewa Siwa, dikenal dengan kesukaannya terhadap ganja. Dalam agama Buddha, konon Sidharta Gautama dispekulasi memakan satu butir biji hemp setiap harinya sebelum pra-Pencerahan menjadi Buddha.

Jika melihat relasi antara ganja dan keagamaan dalam sisi sejarah, maka tidak berlebihan jika menghasilkan asumsi pemikiran tentang peleburan ganja dan Pancasila.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

Butir sila kedua, sedikit banyak artinya mengakui persamaan derajat persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia, tidak semena-mena terhadap orang lain, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

Nilai kemanusiaan? coba telaah kembali nilai kemanusiaan apa yang dimiliki bangsa Indonesia saat Fidelis Ari berjuang menyembuhkan alm. istrinya yang menderita penyakit langka sumsum tulang belakang, syringomyelia, tapi ironinya ia malah divonis 8 bulan penjara, dan tepat 32 hari ia dibui, istrinya pergi meninggalkan dunia.

3. Persatuan Indonesia

Butir sila ketiga, memiliki arti menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Bagus jika memiliki pemikiran kritis seperti, “apakah karena Fidelis ganja harus dilegalkan?” Tidak! yang penting uji coba dan riset ilmiah saja dulu, lalu lihat hasilnya. Berani?

Jika ada yang berpikir para aktivis ganja menyuarakan pemanfaatan ganja karena kepentingan pribadi atau golongan, lalu bagaimana dengan janji Pak Budi Waseso dan ‘Kopi Ganja’ nya? Bukan menyalahkan, tapi coba pikirkan.

Sebenarnya jika berani untuk lebih mendalami butir sila ketiga terkait ganja yang tidak kunjung dilakukan riset oleh negara, bisa saja timbul pemikiran bahwa ada oknum yang memanfaatkan ganja untuk kepentingan pribadi atau golongan oknum tersebut! Demi apa? ya.. pemikiran praktisnya menuju arah materi.

Contohnya, bertepatan di tanggal 1 Juni 2020 sebagai hari Pancasila, seorang artis bernama Dwi Sasono ditangkap karena penyalahgunaan ganja. Motifnya untuk mengisi kekosongan waktu dan sulit tidur selama pandemi Covid-19. Hukuman paling singkat 5 tahun penjara (menurut sumber).

Pemikiran praktisnya, dipenjara lima tahun karena ganja? lalu alkohol gimana? Alkohol ya tidak apa, karena legal dan ada bayar bea cukai alias pajak. Lalu ganja? tidak ada bea cukai, karena lebih bernilai jika masuk ke golongan narkotika. Masa iya mengorbankan rakyat demi nilai? dimana Persatuan Indonesia nya? Kalau bukan karena nilai, terus riset ganjanya kapan?

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan

Butir sila keempat, kurang lebih artinya adalah musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan, musyawarah yang dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.

Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Tidak bisa dipaksakan, jika pemimpin negeri ini tidak dapat mempertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan apabila melegalisasi ganja. Tapi bukan artinya pemerintah tidak dapat melalukan riset. Salah ya?

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Artinya mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, menghormati hak orang lain, dan bersikap adil.

Sila kelima yang dilambangkan dengan padi dan kapas ini memiliki posisi sempurna sebagai penutup Pancasila. Landasan pikiran tentang melebur ganja dengan Pancasila lahir atas dasar keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia.

Mungkin sekali lagi, bagi orang yang tidak berani membuka wawasan dan pikiran, akan sulit menerima pemikiran ini. Tapi wajib dikoreksi kembali, apakah penolakan pemikiran ini atas dasar pengetahuan dan fakta atau mungkin tidak ada dasarnya? Jangan menyempitkan pemikiran karena menolak tanpa ada dasar.

Orang yang menolak pemikiran atas tanpa dasar, bisa diasumsi sebagai orang congkak, angkuh, dan sombong yang kontras dengan nilai butir sila pertama. Atau Rocky Gerung menyebutnya sebagai si ‘dungu’?

“Seluruh Pancasila itu bisa diringkas dalam satu ayat yaitu bau ganja. Sama sensasinya menikmati lima sila itu dengan menikmati ganja di ketinggian 3500. Karena anda akan damai. Kalau Pancasila saya bilang cukup dua lembar daun ganja, dan seluruh dunia ini akan jadi Pancasilais.” – Rocky Gerung

Melebur ganja dengan Pancasila.


Referensi:
-id.wikipedia.org/wiki/Pancasila
Share this not copy
Scroll Up